Tulisanku
Tulisan ini khusus aku alamatkan ke sudut kecil dalam ruang dihatimu, tempat yang sering kukunjungi tapi tak pernah ku tahu alamat detail dan daerah spesifiknya. Entah, saat menulis ini, aku ingat kali pertama perkenalan dan pertemuan kita terjadi. Aku ingat betul setiap detailnya, dan aku... tak pernah melupakan setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita, bahkan cerita sekecil apapun. Dan.. Aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati setiap detik-detiknya.Bagaimana usahamu dan usahaku untuk menghargai setiap menit yang berlalu. Jelaskan padaku mengapa semua menjadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terkecil diotakku, hingga mengisi kekosongan dalam relung-relung dihatiku. Semua terjadi begitu saja, begitu cepat tanpa teori maupun basa-basi.Aku melihatmu, mengenalmu, lalu.. mencintaimu. Sesederhana itulh kamu menguasai hari-hariku.Kamu jadi penyebab rasa semangatku. Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. Iya, mungkin, aku jatuh cinta, Entah kamu.. Semua kulakukan diam-diam. Begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair. Semua kusembunyikan!!!... Hingga perasaanmu yang kurang peka tak memperdulikan aku. Ya! Memang aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi. Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua cerita dan kenangan itu dari otakku.Aku tak bisa melupakanmu.. Sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku. Caramu mencuri perhatianku. Sorot tajam matamu yang selalu mampu memperindah pandanganku. Senyummu itu sangat ampuh menyita pandanganku untuk tak lagi menghiraukan yang lainnya. Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan. Tolong, buat aku lupa jika memang itu seharusnya, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku. Hanya ada aku sendiri, disini, disudut yang sunyi, gelap dan sepi.Berusaha memutar otak untuk temukan cara terbaik untuk tak lagi memikirkanmu. Bagaimana bisa perasaan ini berkembang menjadi sebesar ini? Selama ini aku mencari tapi tak pernah berhasil menemukan apa jawabnya... Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja rasanya mustahil. Dan yang selalu memberatkan, yang selalu menahan perasaanku untuk tetap mencintaimu adalah ketika kau berkata "jangan pernah merasa sepi ya, karena aku akan selalu ada untukmu." aku tersenyum lebar ketika barisan kalimat itu kau kirimkan untukku melalui pesan singkat itu. Ya, memang harusnya aku tak perlu sesenang itu, karena mungkin kamu menulisnya tanpa perasaan,hanya untuk merespon perkataanku saja.
#Van

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda